loader
Foto

SEMINAR NASIONAL 2016 BERTAJUK 1000 HPK DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MENUJU KELUARGA SEHAT

HUMAS DAN KERJASAMA I 03/12/2016. Poltekkes Kemenkes Manado untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Organisasi Profesi PERSAGI SULAWESI UTARA melaksanakan Seminar Nasional, yang mengangkat tema “1000 HPK dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Menuju Keluarga Sehat”. Seminar Nasional inipun didukung juga dari beberapa organisasi profesi kesehatan yang ada di Sulawesi Utara antara lain : PAFI SULUT, IBI SULUT, PPNI SULUT, HAKLI SULUT, PATELKI SULUT, PPGI SULUT dll.

Secara resmi Seminar Nasional ini dibuka oleh Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Bapak drg. Usman Sumantri, M.Sc. Dalam sambutanya sekaligus memberikan materi dengan judul “Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga”. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) seperti kegagalan pertumbuhan, berat badan lahir rendah, pendek, kurus dan gemuk dimana perkembangan selanjutnya seorang anak yang kurang gizi akan mengalami hambatan kognitif  dan kegagalan pendidikan sehingga berdampak  pada rendahnya produktivitas di masa dewasa.

Agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, maka upaya tersebut diselenggrarakan secara terintegrasi sejak dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasinya. Sasarannya pun difokuskan kepada keluarga, dengan dihidupkan kembali pendekatan keluarga, ujar Kepala Badan PPSDM Kesehatan, drg. Usman Sumantri, M.Sc, pada pembukaan Seminar Nasional Poltekkes Kemenkes Manado Tahun 2016 di Gedung Pertemuan Manado Convention Center (MCC), Sabtu pagi (03/12).

Pendekatan keluarga bertujuan untuk mengubah perilaku keluarga dan masyarakat khususnya dalam pengenalan diri terhadap risiko penyakit. Pendekatan keluarga adalah pendekatan pelayanan integrasi antara Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang didasari oleh data dan informasi profil kesehatan dan keluarga melalui kunjungan rumah.

Pendekatan keluarga diharapkan dapat meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif, tambah drg. Usman.

Lewat Laporan Panitia yang disampaikan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Manado Bapak Semuel Layuk, SKM.,M.Kes bahwa Kegiatan Seminar Nasional terbilang sukses dengan banyaknya yang ikut seminar. Seminar Nasional ini diikuti oleh pesertanya dari Sulawesi Utara dan dari luar Sulawesi Utara dengan jumlah peserta 1586 orang. Pemateri yang dihadirkan dalam Seminar Nasional in, merupakan orang-orang yang pakar dibidangnya.

dr. Jemmy Lampus, M.Kes (Kepala Dinas Kesehata Propinsi Sulawesi Utara) mewakili Gubernur Sulawesi Utara dengan menyampaikan materi "1000 Hari kelahiran Pertama (HPK) menuju SULUT Sehat dan Hebat"

Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, M.Sc.,Sc.D (Ketua Pusat Kesehatan Reproduksi FK. UGM) dengan menyampaikan materi “1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) Sebagai Investasi Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Keluarga Sehat”

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS (Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia) dengan menyampaikan materi “Kearifan Lokal Dalam Mendukng 1000 Hari kelahiran Pertama (HPK) dan Pengendalian Penyakit Degeneratif.

Selain Seminar Nasional pada hari itu juga dilakukan Presentase Oral dan Poster dan Presentase Oral ada 20 (dua puluh) Judul Hasil Penelitian yang dipresentasikan.

Secara keseluruhan dari Seminar Nasional 2016 ini didapat bahwa Kecukupan nutrisi pada periode awal kehidupan atau pada masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) sangat berperan dalam menentukan kesehatan pada masa dewasa. Selain itu, Kekurangan maupun kelebihan nutrisi pada masa seribu hari pertama kelahiran meningkatkan resiko terjadi penyakit tidak menular kronis seperti diabetes, hipertensi dan penyakit jantung. Maka untuk meminimalkan terjadinya penyakit tidak menular kronis pada masa dewasa perlu di upayakan sejak dini mulai di dalam kandungan.

foto
Author: Super Admin