loader
Foto

WORKSHOP PENYUSUNAN SATUAN KREDIT KEGIATAN MAHASISWA (SKKM)

HUMAS DAN KERJASAMA (02/12)Keaktifan mahasiswa  mengembangkan soft skill akan dinilai dengan angka,  maka Poltekkes Kemenkes Manado lewat Kepudiran III melaksanakan WORKSHOP PENYUSUNAN SATUAN KREDIT KEGIATAN MAHASISWA (SKKM). Pelaksanaan kegiatan tersebut pada hari ini Jumat 02 Desember 2016 di Auditorium Bunaken Lantai III Direktorat Poltekkes Kemenkes Manado.

Kegiatan Workshop di buka langsung oleh Bapak Direktur Poltekkes Kemenkes Manado Semuel Layuk,SKM.,M.Kes yang didampingi langsung PUDIR III Bidang Kemahasiswaan Bapak Poltje Rumajar, SKM.,M.Si dan PUDIR I Bidang Akademik Bapak Hendry Imbar, S.Pd.,M.Kes.

Hadir mewakili Jurusan (Ketua Jurusan dan Sub Uni Kemahasiswaan Jurusan) dari ketujuh Jurusan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado. Workshop dihadiri oleh para perwakilan mahasiswa dari Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ketua Himpunan setiap jurusan dan perwakilan dari tiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Dalam penyampaian Direktur bahwa tujuan program SKKM pertama adalah untuk membekali dan mendorong mahasiswa meningkatkan soft skill untuk membentuk  karakter yang unggul melalui berbagai  kegiatan kemahasiswaan, yang kedua adalah untuk menanamkan nilai-nilai yang bermanfaat untuk hidup, dan yang ketiga adalah untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Program SKKM ini merupakan salah satu upaya pihak Poltekkes Kemenkes Manado lewat Kepudiran III meningkatkan keaktifan mahasiswa melihat adanya fakta yang memprihatinkan pihak Direktorat. Berdasarkan analisis bahwa jumlah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Manado yang aktif terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan kurang. Dan juga dengan yang tinggi belum tentu setelah bekerja bisa bersosialisasi dangan baik. Jika ini dijalankan, SKKM ini akan menjadi suatu prasyarat kelulusan. “akan ada dua transkrip nanti ketika kalian lulus, yaitu transkrip nilai dan transkrip soft skill” tandas Direktur. Setiap mahasiswa pada saat akan menyelesaikan studinya diharuskan untuk mencapai poin tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Mahasiswa memperoleh poin-poin tersebut dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang disediakan oleh Poltekkes Kemenkes Manado, misalnya aktif di Himpunan, UKM, BEM, MPM, dll.

Materi yang diberikan pada Workshop Penyusunan SKKM yang diberikan oleh PUDIR III BIdang Kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Bapak Edi Sukamto, SKp.,M.Kep. Dalam kesimpulan Materi yang diberikan bahwa Kegiatan–kegiatan yang akan diperhitungkan sudah termakhtub dalam tiga lembar draft. Perincian kegiatan mahasiswa dapat digarisbesarkan menjadi enam bagian yaitu (1) bidang penalaran, dan keilmuan seperti  mengikuti lomba karya ilmiah, lomba bidang ilmu, mengikuti seminar, dll. (2) Bidang minat dan bakat,  contohnya lomba-lomba olahraga, lomba pers mahasiswa, dll. (3) Bidang keorganisasian, seperti menjadi anggota MPM, BEM, UKM, HIMAJU, dll. (4) Bidang Pembinaan pribadi, seperti mengikuti geladi siritual, geladi mental, dll. (5)Bidang pengabdian kepada masyarakat seperti mengikuti program kakak asuh, menjadi mentor dll. Dan terakhir (6) Mengikuti kejuaraan.

Bagi mahasiswa yang telah aktif berkegiatan, akan diberikan sertifikat oleh penyelenggara yang bersangkutan. Sertifikat tersebut yang akan menjadi bukti keaktifan dan akan ditukarkan dengan poin yang kemudian dimasukkan ke dalam transkrip soft skill. Skala penilaian diurut berdasarkan tingkat prestise suatu kegiatan. Misalnya saja, mengikuti kejuaraan nasional tingkat prestise-nya lebih tinggi dibanding kejuaraan tingkat kotamadya, untuk itu poinnya pun lebih tinggi.

Terlepas dari semua itu, ditempat terpisah PUDIR III Bidang Kemakasiswaan Bapak Poltje Rumajar, SKM.,M.Si menyatakan SKKM sangat baik diterapkan, ini untuk menstimulus kreativitas mahasiswa agar mau berorganisasi dan aktif, sehingga tidak ada lagi ada kata Kampus Kost. Kegiatan yang diharapkan juga  mereka (mahasiswa)  mempunyai jiwa berorganisasi  yang berkarakter, tandas Pudir III.

foto
Author: Super Admin